Bupati Kubu Raya Larang Penayangan Film “Kucumbu Tubuh Indahku” Karya Garin Nugroho

by



Poster film “Kucumbu Tubuh Indahku” . Istimewa Poster film “Kucumbu Tubuh Indahku” .

KUBU RAYA, NETRALNEWS.COM – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengeluarkan surat edaran meminta bioskop yang ada di kabupaten itu untuk tak menayangkan film “Kucumbu Tubuh Indahku” karya Garin Nugroho, karena dinilai memuat konten penyimpangan sosial.

“Kami meminta manajemen bioskop Transmart untuk tak menayangkan film itu. Selain meminta pada pihak pengelola bioskop untuk tak memutar tak memutar film itu, aku juga meminta masyarakat untuk tak menontonnya, khususnya kalangan pelajar,” kata Muda di Sungai Raya, Sabtu (27/4/2019).

Surat Edaran Bupati Kubu Raya, tertanggal 26 April 2019 ini telah mulai beredar di media sosial Facebook, sesudah 1 jam surat edaran itu dibuat oleh Bupati Muda.

Surat edaran Bupati Kubu Raya dengan nomor 800/0019/Diskominfo-A ini juga ditembuskan langsung pada Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Pimpinan Manajemen Bioskop Transmart Kabupaten Kubu Raya di Sungai Raya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kubu Raya di Sungai Raya dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Kubu Raya di Sungai Raya.

Pada kans itu, Muda menyampaikan pihaknya akan amat menghargai perfilman Indonesia selama memuat hal positif dan memberikan pendidikan baik bagi masyarakat. melainkan, karena film garapan Garin Nugroho ini ada hal-hal yang membahayakan dan rentan terhadap prilaku menyimpang, sehingga dikhawatirkan akan menjadi sebuah pembenaran.

“Dari Judulnya aja telah menunjukan arah yang menyimpang, tentunya hal ini dikhawatirkan akan menjadi persepsi, terutama bagi generasi muda yang tak memahami dan seolah-olah ini menjadi sesuatu yang patut dan kondisi ini juga amat bertentangan sekali dengan Visi kami yaitu menciptakan Kabupaten Kubu Raya yang Relegius. Nah, hal inilah yang bagi aku merasa terpanggil secara spontanitas”, tuturnya.

Muda meminta pada pihak Manajemen Bioskop Transmart untuk memahami surat edaran ini, jangan hingga kondisi ini menjadi keresahan masyarakat di Kubu Raya, karena kondisi ini yaitu sesuatu yang amat urgent.

Pihaknya juga akan mengambil langkah-langkah apabila larangan ini tak diterapkan. melainkan yang lebih penting lagi, hal ini juga menjadi perhatian bagi Lembaga Sensor Film Indonesia (LSFI) dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia dalam hal ini berwenang untuk memblokir film ini melalui jalur internet, mengingat film itu telah mulai beredar di sejumlah situs internet.

“Kalaupun tak, sebenarnya bisa saja LSFI menarik dahulu peredaran filmnya dan memotong atau memangkas adegan prilaku sex menyimpang itu. aku kira itu akan lebih bijak,” katanya diinfokan dari Antara.



Sumber : NetralNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *