Butet Kertaredjasa Ambruk di Panggung ‘Kanjeng Sepuh‘, Begini Kondisinya

by



Butet Kertaredjasa dok.Youtube Butet Kertaredjasa

JAKARTA, NETRALNEWS.COM — Butet Kertaredjasa yang memerankan lakon Semar dalam pementasan ‘Kanjeng Sepuh’ semalam, tiba-tiba tumbang. malah, tubuhnya terlihat pucat, lemas dan dingin.

Peristiwa ini diceritakan oleh sastrawan sekalian penulis ‘Kanjeng Sepuh’ Agus Noor. Agus dan team khawatir ketika melihat kondisi Butet yang tiba-tiba tumbang.

Semalam, ketika pentas menjelang menit ke 60an, Butet yang memerankan Semar, tumbang, tubuhnya lemas dan dingin. Tergolek pucat. Itu usai adegan Semar muncul di kuburan: hidup itu hanya main-main, yang serius kematian. (Dokter yang merawatnya kemudian menjelaskan: jantungnya kumat, enzim di jantungnya naik 100x lipat),” tulis Agus di akun Instagram pribadinya, @agusnoor, yang dilihat Netralnews.

Agus menambahkan, bahwa kejadian itu membikin suasana di belakang panggung menjadi amat menegangkan.

Tentu saja menjadi cemas menegangkan, suasana di belakang panggung. Sementara di panggung, pentas terus berjalan (para pemain tak tahu apa yang terjadi dengan Butet) padahal banyak adegan yang seharusnya Semar muncul di panggung,” katanya lagi.

“aku dari sisi panggung berupaya “memberi kode” pada pemain agar adegan kemunculan Semar di-skip. Pada pemain yang akan muncul kemudian, aku memberikan kemungkinan-kemungkinan impovisasi apabila Butet tak bisa melanjutkan permainan.”

“Sementara itu, team produksi bertindak cekatan menjalankan pertolongan pertama. hingga dirawat para medis. Ketika kondisinya pelan teratasi, dan mulai bisa bicara, Butet menyampaikan kalau ia masih mau terus main.”

“aku langsung bilang ke ia, “Kamu istirahat dahulu. Nyawamu lebih penting dari pentas ini!” ia malah nyengir “Uasuuuwook.” segala telah diantisipasi: adegan ending, di mana Butet harusnya muncul, diubah. Tapi detik-detik menjelang adegan akhir itu: Butet bersikeras muncul ke panggung. aku tak yakin. “Biarlah aku menuntaskan kewajiban aku dengan terhormat malam ini.” Begitu ia berkata. “Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,” kata aku. ia tertawa. karenanya, aku pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, ketika Semar mengungkap rahasia kebenaran.

“aku deg degan di samping panggung. Bagaimana kalau pingsan? Tapi yang aku saksikan: energi seorang “aktor tua” yang luar biasa, tenaga sukmanya muncul memghidupkan peran Semar, suaranya tak terdengar capek atau kelelahan. malah para penonton pun tak merasakan (atau tahu) bahwa Butet baru saja pingsan!”

Kendati ketika ini Butet sedang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi ia bersikeras untuk konsisten manggung memerankan lakon ‘Semar’.

 
 
 
View this post on Instagram

Pentas #KanjengSepuh Semalam, ketika pentas menjelang menit ke 60an, Butet yang memerankan Semar, tumbang, tubuhnya lemas dan dingin. Tergolek pucat. Itu usai adegan Semar muncul di kuburan: hidup itu hanya main-main, yang serius kematian. (Dokter yang merawatnya kemudian menjelaskan: jantungnya kumat, enzim di jantungnya naik 100x lipat) Tentu saja menjadi cemas menegangkan, suasana di belakang panggung. Sementara di panggung, pentas terus berjalan (para pemain tak tahu apa yang terjadi dengan Butet) padahal banyak adegan yang seharusnya Semar muncul di panggung. aku dari sisi panggung berupaya “memberi kode” pada pemain agar adegan kemunculan Semar di-skip. Pada pemain yang akan muncul kemudian, aku memberikan kemungkinan-kemungkinan impovisasi apabila Butet tak bisa melanjutkan permainan. Sementara itu, team produksi bertindak cekatan menjalankan pertolongan pertama. hingga dirawat para medis. Ketika kondisinya pelan teratasi, dan mulai bisa bicara, Butet menyampaikan kalau ia masih mau terus main. aku langsung bilang ke ia, “Kamu istirahat dahulu. Nyawamu lebih penting dari pentas ini!” ia malah nyengir “Uasuuuwook.” segala telah diantisipasi: adegan ending, di mana Butet harusnya muncul, diubah. Tapi detik-detik menjelang adegan akhir itu: Butet bersikeras muncul ke panggung. aku tak yakin. “Biarlah aku menuntaskan kewajiban aku dengan terhormat malam ini.” Begitu ia berkata. “Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,” kata aku. ia tertawa. karenanya, aku pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, ketika Semar mengungkap rahasia kebenaran. aku deg degan di samping panggung. Bagaimana kalau pingsan? Tapi yang aku saksikan: energi seorang “aktor tua” yang luar biasa, tenaga sukmanya muncul memghidupkan peran Semar, suaranya tak terdengar capek atau kelelahan. malah para penonton pun tak merasakan (atau tahu) bahwa Butet baru saja pingsan! Butet, ketika ini sedang di rawat di RS. Meski ia sebenarnya ia mau konsisten main siang ini dan nanti malam. Doakan yang terbaik buat kesehatannya. Cepet sehat yo, Tet!

A post shared by Pangeran Kunang-kunang (@agusnoor_) on





Sumber : NetralNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *