JK: Pak Jokowi tak Punya Niat Otoriter

by


SURATKABAR.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan pengalamannya selama menjadi pendamping presiden joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan.

Hal itu disampaikan JK ketika hadir dalam acara Silaturahmi Kebangsaan yang digelar oleh Jenggala Center Jawa Barat, di Hotel Horison, Kota Bandung, minggu (17/3/2019). Hadir sejumlah tokoh Jawa Barat dalam acara itu, seperti Solihin GP, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan tokoh lainnya.

JK menjelaskan banyak hal perihal Indonesia. Mualai dari beberapa permasalahan yang tengah dihadapi negara ini hingga soal gaya kepemimpinan Jokowi.

Mantan Ketua lazim Partai Golkar itu memulai kisahnya dua hal yang menyebabkan sebuah negara jatuh. Pertama pemimpin otoriter dan menjalankan nepotisme. Kondisi itu kata ia, sempat terjadi di Indonesia di masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Baca Juga: Prabowo: aku telah Tanda Tangan Siap Mati untuk Republik Ini

“Pengalaman di banyak negara ada dua hal negara itu jatuh. Seperti zamannya Pak Harto sekarang Venezuela juga di banyak negara lain yaitu apabila pemerintah otoriter dan ada nepotisme,” ucapnya, seperti diinfokan dari detik.com.

Selama hampir lima tahun bekerja sama dengan Jokowi, JK mengungkapkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu ialah sosok yang baik. Ia menegaskan bahwa Jokowi tak mempunyai karakter sebagai pemimpin yang otoriter.

“aku percaya Pak Jokowi tak punya niat otoriter. Kenapa, karena apapun itu dirapatkan. Kadang-kadang bosan juga rapat itu. Apapun keputusan diambil secara bersama-sama,” ucapnya.

“Kalau seorang otoriter, diktator pasti ambil keputusan (sendiri), pukul meja dan itu pasti keputusan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kedua anak Jokowi pun tak terlibat dalam proyek-proyek pemerintahan. Keduanya memilih untuk menjalani bisnis mereka masing-masing.

“Ke dua putra beliau satu berjualan martabak, satu berjualan pisang goreng. Pasti tak terlibat dari proyek-proyek pemerintah,” ucapnya.

JK lantas mengingatkan agar masyarakat memilih pemimpin yang tak otoriter. “karena apabila bangsa ini akan datang itu otoriter dan itu ekonomi diatur semuanya karenanya pasti akan terjadi kesulita bangsa ini ke depan,” ujarnya



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *