Lawan Myanmar, Nasib Milla Masih Belum Jelas

by



Luis Milla pelatih Timnas U-23. (dok)

Luis Milla pelatih Timnas U-23. (dok)

JAKARTA – Timnas Indonesia bakal kembali melakoni laga ujicoba menghadapi Myanmar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (9/10/2018) pukul 18:30 WIB. Namun satu hari menjelang pertandingan, nasib Luis Milla di bangku pelatihan, masih belum jelas.

Laga ujicoba yang sudah masuk dalam kalender tetap FIFA ini, sejatinya menjadi ajang persiapan tim berjuluk Garuda itu menjelang Piala AFF 2018. Tidak heran jika laga ini menjadi sangat penting dalam memantapkan persiapan skuat Garuda sebelum terjun ke turnamen sepakbola antara negara se-Asia Tenggara tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada kejelasan tentang posisi Luis Milla di bangku kepelatihan. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan  masih berada di negaranya dan belum terlihat berada di Indonesia. Padahal, Sekjen PSSI, Ratu Tisha sebelumnya mengharapkan Milla tiba di Indonesia pada Selasa (9/10/2018).

Kedatangan Milla itu sangat diharapkan PSSI untuk membicarakan soal negosiasi kontraknya sebagai nahkoda skuat Garuda. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Pos Kota, Milla justru hanya mengirim perwakilannya ke Indonesia.

“Luis Milla baru perwakilannya yang datang dan juga bernegosiasi dengan Sekjen PSSI. Kami juga belum dapat kabar lengkapnya. Saat ini yang datang baru perwakilannya. Sejak awal tanggal 9 itu yang datang perwakilannya,” aku anggota Exco PSSI, Gusti Randa.

(Baca: Lawan Arab Saudi, Indra Sjafri Simpan Egy)

Hal itu membuat posisi Milla belum jelas. Apalagi PSSI ingin negosiasi mendalam, termasuk membahas klausul kontrak dan evaluasi Timnas Indonesia U-23 pasca-Asian Games 2018.

“Memang ada beberapa klausul dalam kontrak keja sama, seperti target untuk Piala AFF. Karena jika dengan nilai kontrak yang sekian besar tidak pakai target, tentu kami yang menyerah. Kami belum ada opsi jika Milla tidak setuju, yang pasti sekarang yang punya waktu untuk memutuskan adalah Milla. Kalau kami ingin lebih cepat,” lanjutnya.

Belum ada kejelasan terkait posisi Milla, Bima Sakti untuk sementara masih ditunjuk sebagai pelatih sementara yang sukses membawa skuat Garuda menang  1-0 atas Mauritius pada laga ujicoba sebelumnya di tempat yang sama.

Kali ini, pasukan Merah Putih akan bermaterikan 23 pemain yang mayoritas berasal dari klub kontestan Liga 1 2018. Pelatih kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur ini mengatakan telah mengantongi kekuatan Myanmar.

“Kami sudah pantau kekuatan mereka lewat video, gaya permainan mereka cepat. Mereka didominasi oleh pemain usia 23 tahun yang berlaga di Asian Games 2017,” kata Bima.

Lebih lanjut, ia juga memanfaatkan laga ini untuk memberi kesempatan kepada pemain lain yang belum dipanggil pada laga uji coba kontra Mauritius.

“Yang pasti adalah jadi bisa merasakan bagaimana dulu sebagai pemain dan apa yang dibutuhkan pemain atau tim saat menghadapi turnamen atau kompetisi. Jadi, saya bisa belajar dari pengalaman terdahulu,” tuntas Bima yang sebelumnya tidak bisa mendampingi Hansamu Yama dan kolega kala melawan Mauritius. (junius/ys)



Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *