Mahabarata: Asmara Raja Dewa", Bukti Kreativitas Dramaturgi Teater Koma ke-154

by



 Mahabarata: Asmara Raja Dewa Djarum Foundation Mahabarata: Asmara Raja Dewa”, Bukti Kreatifitas Dramaturgi Teater Koma ke-154

JAKARTA, NNC – Teater Koma kembali menggelar pementasan terbarunya yang bertajuk “Mahabarata: Asmara Raja Dewa” yang akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki sejak 16 – 25 November 2018. Pementasan Teater Koma ini mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang. 

Dalam pementasan terbarunya kali ini, Teater Koma menghidupkan cerita klasik dewa dan pewayangan yang dikemas secara modern. Kolaborasi harmonis antara kostum, tata rias, desain artistik panggung, musik, serta multimedia yang didukung dengan kepiawaian para pemain di atas panggung akan memanjakan sepasang mata tiap-tiap penonton.

” Teater Koma terus berproses kreatif tiada henti, karya demi karya mengalir amat produktif. Konsistensi yang dilakukan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menjalankan eksplorasi gagasan dalam menghasilkan karya kreatif,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Selasa (20/11/2018).

Selain mendukung pementasan, Bakti Budaya Djarum Foundation juga berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma, yaitu mengagas sebuah program yang bertujuan untuk mengajak 200 pekerja seni teater, guru, dan mahasiswa di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma.

Renitasari  mengharapkan program ini bisa memberikan ruang apreasiasi bagi masyarakat terutama yang belum pernah menonton karya Teater Koma. “Mereka akan menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detil dari karya Teater Koma,” lanjut Renitasari.

Sinopsis

Semulanya dari kekosongan, Sang Hyang Wenang mencipta Tiga Dunia: Mayapada (dunia atas), Madyapada (dunia gelap), dan Marcapada (dunia bawah), beserta seluruh penghuninya. Lalu, terjadi perang dahsyat, perebutan kekuasaan antara Idajil dan Hyang Tunggal, pewaris Wenang. Idajil keok, dibelenggu dan diasingkan. sesudah beberapa waktu, Hyang Tunggal lengser dan digantikan oleh Batara Guru.

Inilah kisah seputar Rajadewa, Batara Guru, dalam menjaga kedamaian Tiga Dunia yang selalu diusik oleh penghuni Dunia Gelap. Para penghuni Dunia Gelap selalu berhasrat merebut tampuk kekuasaan Tiga Dunia. Belum lagi Idajil, selalu menghasut para perusuh dari belenggu tempat pengasingannya.

Laku, apakah Batara Guru sanggup melindungi Tiga Dunia dari gangguan Idajil dan pengikutnya yang haus kuasa? Dan apakah Kaum Wayang akan termakan provokasi dan hasutan dari Idajil dan pengikutnya? Jawabannya ada dalam lakon dramaturgi berjudul Mahabarata: Asmara Raja Dewa.

Penulis naskah dan sutradara Teater Koma, N. Riantiarno mengungkapkan bahwa ini yaitu lakon lama, kisah lama, tapi masih amat memikat. Menurutnya, ini ialah lakon para Dewa dan kemudian lakon penciptaan manusia. 

“Lakon ini tak masuk pada pakem. Ini lakon yang sumbernya bisa dari mana saja, karenanya tak heran kalau kali ini Tanah Batak, Bugis, Toraja, Bali malahan Yunani, Mesopotamia, dan Afrika menjadi sumber yang sanggup menciptakan berbagai jenis seni dan daya kreativitas manusia,” tutur N. Riantiarno.

Pementasan Mahabarata: Asmara Raja Dewa kali ini didukung oleh Idries Pulungan, Budi Ros, Sari Madjid, Alex Fatahillah, Dorias Pribadi, Daisy Lantang, Ratna Ully, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Bayu Dharmawan Saleh, Angga Yasti, Tuti Hartati, Dana Hassan, Suntea Sisca, Julung Zulfi, Indrie Djati, Dodi Gustaman, Sekar Dewantari, Sir Ilham Jambak, Rangga Riantiarno, dan masih banyak lagi.



Sumber : NetralNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *