Misi Peremajaan Tim, Belgia Siap Menjungkal Swiss

by



Meski melakukan penyegaran tim, Timnas Belgia kemungkinan tetap akan diperkuat striker Romelu Lukaku saat menjamu Swiss dalam laga lanjutan kompetisi UNL. (reuters)

Meski melakukan penyegaran tim, Timnas Belgia kemungkinan tetap akan diperkuat striker Romelu Lukaku saat menjamu Swiss dalam laga lanjutan kompetisi UNL. (reuters)

BELGIA – Belgia dan Swiss bakal membuktikan bahwa mereka pantas memimpin Grup 2 Zona A pada ajang UEFA Nations League (UNL) kala bentrok di Stade Roi Baudouin, Brussel, Belgia, Sabtu (13/10/2018) dini hari WIB. Lebih dari sekadar menang, laga ini juga bakal dimanfaatkan pelatih  Belgia, Roberto Martinez untuk melakukan penyegaran tim.

Ketatnya jadwal kompetisi di tingkat klub, memaksa Martinez harus bisa melakulan peremajaan tim sedini mungkin. Menurutnya akan sangat berisiko jika ia memaksakan para pemainnya tampil penuh di setiap laga yang justru akan merugikan timnya pada Piala Eropa 2020 mendatang.

“Akan sulit bagi para pemain menjaga kondisi mereka tetap prima dalam ketatnya kompetisi di tingkat klub. Ya, saya harus bisa melakukan peremajaan sedini mungkin untuk mengatasi hal itu (kondisi prima para pemain),” kata Martinez seperti dikutip Reuters.

(Baca: Romelu Lukaku jadi Tumpuan Belgia)

Untuk itu Martinez telah menyiapkan sejumlah nama baru yang diberi kesempatan melakoni debut mereka bersama Belgia kontra Swiss nanti. Salah satunya adalah bek Club Brugge, Brandon Mechele.

Bahkan sebenarnya ada dua pemain lain yang belum pernah tampil memperkuat Belgia, yakni kiper Koen Casteels dan Matz Sels. Namun, keduanya sudah beberapa kali masuk skuat Belgia.

Selain Mechele, Martinez juga membawa tiga gelandang yang baru mengoleksi satu penampilan bersama tim berjuluk Setan Merah tersebut. Di antaranya Dennis Praet (Sampdoria), Timothy Castagne (Atalanta), dan Hans Vaneken (Club Brugge).

(Baca: Real Madrid Sabar Menunggu Eden Hazard)

Martinez mencoba berseksperimen setelah dua pemain Tottenham Hotspur, Moussa Dembele dan Jan Vertonghen, plus Kevin de Bruyne (Manchester City) dan Adnan Januzaj (Real Sociedad) cedera. Meski menjadi juara ketiga Piala Dunia 2018, Belgia yang kini menempati posisi teratas dalam FIFA World Ranking, sejatinya akan lebih diunggulkan dari Swiss. Apalagi mereka bermain di depan publik sendiri.

Namum Martinez tetap mengingatkan anak-anak asuhnya bahwa Swiss bukanlah lawan yang mudah. Apalagi di UNL saat ini, mereka memimpin Grup 2 zona A dengan tiga angka. Swiss unggul produktivitas gol dari Belgia di  posisi kedua.

Sebelumnya, Swiss mampu menggulung Islandia yang saat ini menjadi juru kunci tanpa angka dengan skor enam gol tanpa balas. Itu artinya, Swiss tentu tidak ingin posisi mereka saat  ini diambil alih oleh Belgia yang sebelumnya menang 3-0 atas Islandia.

(Baca: Belgia Terlalu Tangguh untuk Islandia)

Selain itu, Swiss tentu ingin membayar kekalahan 1-2 yang mereka telan dari Belgia dalam pertemuan terkhir di laga uji coba pada Mei 2016 lalu.

Pada laga lainnya di zona A Grup 3, Polandia menjamu Portugal. Sementara di zona A Grup 4, Kroasia kedatangan Inggris. Di zona  B  Grup 3, Austria vs Irlandia Utara. Di zona C Grup 2, Yunani menjamu Hungaria dan Estonia kontra Finlandia. Sedangkan di zona D Grup 2, Belarusia menjamu Luksemburg dan Moldova versus San Marino (junius/ys)

REKOR PERTEMUAN:

28/05/16, Swiss vs Belgia 1-2
11/10/89, Swiss vs Belgia 2-2
19/10/88, Belgia vs Swiss 1-0
09/11/83, Swiss vs Belgia 3-1
PRAKIRAAN PEMAIN:
Belgia (3-4-3): Courtois (g); Boyata, Kompany, Alderweireld; Carrasco, Witsel, Fellaini, Meunier; Eden Hazard, Lukaku, Mertens.
Pelatih: Roberto Martinez.
Swiss (4-2-3-1): Sommer (g); Rodriguez, Akanji, Schar, Hadergjonaj; Xhaka, Zakaria; Zuber, Shaqiri, Embolo; Seferovic.
Pelatih:Vladimir Petkovic.



Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *