Pesepakbola dari Medan Ini Bermental Baja

by



David Maulana bersama kedua orangtuanya.

David Maulana bersama kedua orangtuanya.

IMPIAN David Maulana untuk membawa Timnas U-16 berlaga di gelanggang elit internasional, kembali bergelora.

sesudah pupus berlaga di gelanggang Piala Dunia U-17 2019 di Peru, impian David dan kolega untuk membayar kegagalan itu kembali digelorakan melalui program Elite Pro Academy yang digagas Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan menggelar persaingan Liga U-16 pada 2018 lalu.

Dari gelanggang itu, tersaring sebanyak 24 pemain, termasuk David yang akan dikirim selama enam bulan untuk menjalani berbagai laga ujicoba dengan klub-klub lokal di Inggris. Program pengiriman pemain yang disebut ‘Garuda Select’ ini dimulai pada Senin (15/1). Pada Agustus nanti PSSI juga akan mengirimkan 24 pemain U-16 gelombang kedua. Para pemain yang dikirim melalui program yang bekerja sama dengan SuperSoccer TV ini, nantinya akan dipersipakan untuk berlaga di gelanggang Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.

Program ini diakui David sebagai peluang memperdalam kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. “Apalagi selama menjalani latihan dan uji coba di Inggris, kami bersama para pelatih akan didampingi oleh mantan pemain Chelsea, Dennis Wise, dan mantan pemain Nottingham Forest, Des Walker. Ini sebuah peluang yang langka bagi kami sebagai pemain sepakbola. aku mau bisa meningkatkan permainan aku dan tentu mau berlaga di Olimpiade 2024,” tandasnya di sela-sela latihan, belum lama ini.

SEMPAT GAGAL

Sebelumnya, David dan kolega di bawah asuhan Fachri Husaini gagal berlaga di putaran final Piala Dunia U-17 2019 di Peru sesudah tersingkir di babak perempatfinal Piala Asia U-16 2018. David dan kawan-kawan yang wajib menembus babak semifinal demi tiket berlaga di Piala Dunia U-17 2019 keok dengan skor tipis 2-3 dari Australia pada babak perempatfinal yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia pada Oktober 2018 lalu. Pun, David tak mau larut dalam keterpurukan.

Ambisinya untuk membayar kegagalan itu kembali akan ia bangun bersama para pemain lainnya melalui program Elite Pro Academy. Mental baja yang dimilikinya malahan telah terbentuk sejak ia mulai menggeluti sepakbola bersama SSB Putra Tembung Prima (PTP) Wilayah I, Medan. Jalan terjal untuk bisa menjadi pesepakbola profesional, ditempuh David dengan ‘jatuh-bangun’. Pada tahun 2016 misalnya, David pernah gagal lolos masuk team Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara, hanya karena tinggi badan.

Kekecewaan itu ternyata menjadi motivasi bagi David. Akhirnya ia lolos memperkuat PSMS U-15.

Singkat cerita, ia menjadi satu-satunya anak Medan di timnas U-16 dikala ini, yang juga membuktikan bahwa ia bermental baja. Dari hasil pantauan Fachri, dikala seleksi di Sumut, hanya David yang memenuhi kriterianya. Kala itu Fachri kagum dengan kedewasaan bermain David meski usianya baru 15 tahun. Satu lagi soal umpan-umpan kaki kirinya. Belum lagi mental bertandingnya yang tak takut berduel di atas lapangan dengan siapa pun.

Ban kapten timnas U-16 pun kini tak ragu disematkan Fachri di lengan David. Ia juga pernah terpilih sebagai pemain terbaik turnamen Jenesys. Sebuah turnamen yang digelar di Jepang dan menjadi pemenang usai menumbangkan Vietnam 1-0 pada partai final. tak hanya itu, pemain yang kerab disapa Bembeng di rumahnya ini juga sukses membawa Timnas U-16 menjadi pemenang Piala AFF U-16 bulan Agustus 2018 lalu dengan menundukkan Thailand melalui adu pinalti 5-4 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

“Alhamdulillah, prestasi-prestasi kemarin membikin aku lebih termotivasi bersama timnas U-16. Pastinya aku bangga bela timnas. Progam ini juga nantinya akan menjadi pintu untuk karier aku ke depan,” ucap putra dari pasangan Ngadiran dan Tukini itu (junius/bu).



Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *