Prabowo Menang di Madura, La Nyalla Ditagih Janjinya Potong Leher

by


SURATKABAR.ID – Bendahara DPC Partai Gerindra Cabang Pamekasan, Khairul Kalam, mengungkit kembali janji yang pernah dilontarkan La Nyalla Mattalitti soal perolehan suara masing-masing pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

La Nyalla Mattalitti sendiri yakni Ketua lazim Kadin Jawa Timur, mantan Ketua lazim PSSI, dan dikala ini menjabat sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPD RI di Pileg 2019 dari daerah pemilihan Jawa Timur.

“Terkait pernyataan La Nyalla Mattalitti yang mau potong leher kalau Prabowo-Sandi (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) bisa menang di Madura sekarang mau kami tagih,” ujar Khairul Kalam, Jumat (19/4), seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com.

Seperti yang dikenal, La Nyalla Mattalitti sebelumnya sesumbar mengenai hasil suara Pilpres 2019 di Madura. Ia menyebut amat siap untuk potong leher apabila Pasangan Calon Nomor Urut 02 bisa menumbangkan Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) di Madura pada gelaran pilpres tahun ini.

melainkan optimisme La Nyalla patut dipatahkan oleh hasil real count di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Madura, di mana Prabowo-Sandiaga sukses mempecundangi Jokowi-Ma’ruf Amin dengan meraih suara terbanyak.

Baca Juga: Gawat! Tagih Janji La Nyalla, Warga Madura Siapkan Celurit

malahan Prabowo-Sandiaga sukses meraih kemenangan telak atas Jokowi-Ma’ruf yang tak mendapatkan suara satu pun di sejumlah TPS.

“Berdasarkan form C1 yang diterima, di TPS 39, Desa Tolonto Raja, Kecamatan Pasean, pasangan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 166 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan nol suara,” jelas Khairul Kalam.

“Begitu juga di TPS 20, Desa Pangerreman, Kecamatan Batumarmar, pasangan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 251 suara. Sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, nol suara alias kosong,” imbuh Khairul Kalam kemudian.

Dengan hasil perolehan suara itu, Khairul Kalam menyebut, saksi dari pasangan 01 malahan mencoblos 02. Ia juga membeberkan data yang telah diterima team relawan pemenangan Prabowo-Sandiaga di beberapa TPS di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Adapun data yang dibeberkan antara lain dari TPS 8, Desa Sana Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan, di mana pasangan Prabowo-Sandiaga mengantongi 165 suara. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf nol suara. Sebanyak 3 suara dinyatakan tak sah.

Hal serupa juga terjadi di TPS 027 Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. Pasangan Prabowo-Sandiaga lagi-lagi unggul dengan hasil 248 suara, sementara hasil mengecewakan patut ditelan Jokowi-Ma’ruf lantaran tak mendapatkan satu suara sama sekali.

Kemudian di TPS 03, Kelurahan Bugih, tempat di mana Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan istri beserta Wakil Bupati Pamekasan dan istri mencoblos, Prabowo-Sandiaga mendapatkan 138 suara dan Jokowi-Ma’ruf hanya mengantongi 29 suara.

Di beberapa TPS di wilayah Sampang Utara, contohnya di TPS 16 Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates, lagi-lagi Jokowi-Ma’ruf tak mendapatkan suara, sementara Prabowo-Sandiaga meraih 278 suara. Lalu di TPS 12, Kecamatan Robatal, Prabowo-Sandiaga menang 213 suara, sedang Jokowi-Ma’ruf hanya 1 suara.

Demikian juga di TPS 01, Desa Astapah, Kecamatan Omben. Prabowo-Sandiaga kembali unggul dari Jokowi-Ma’ruf, dengan 187 suara melawan 23 suara. Dengan perolehan suara sementara Pilpres 2019 itu, Khairul Kalam menyebut, Prabowo-Sandiaga dipastikan menang di Pulau Garam.

“Perolehan suara sementara Prabowo-Sandi tampak amat mendominasi di beberapa TPS di Madura. Hasil itu kami mengacu pada perolehan suara sementara yang telah direkap oleh team pemenangan daerah, khususnya di Madura,” ungkap Khairul Kalam.

Berbekal data itu, Khairul Kalam pun berkeinginan La Nyalla Mattalitti membuktikan janjinya itu. “Ya, aku harap La Nyalla bisa membuktikan ucapannya. Kalau filosofinya orang Madura itu, lebih baik putih tulang ketimbang putih mata. Yang artinya lebih baik mati ketimbang menanggung malu,” ujarnya.

Pernyataan yang dilontarkan La Nyalla Mattalitti, sebut Khairul Kalam, memang terdengar amat menyakitkan di telinga orang Madura. “Secara lazim orang Madura pasti mau menunggu bukti terhadap pernyataan tokoh nasional La Nyalla Mattalitti,” ujar Khairul.

“Kami masyarakat Madura siap seluruh menjadi saksi menunggu eksekusinya La Nyalla yang mau potong leher. Kami menunggu pernyataan La Nyalla untuk segera dibuktikan baik sesudah pelantikan atau sebelum pelantikan pun kami siap menjadi saksi sejarah ia akan potong leher,” tegasnya.

Ia mengakui amat optimis Prabowo-Sandiaga akan memenangkan Pemilu Presiden 2019 berdasarkan data, lantaran telah saling berkoordinasi dengan team pemenangan di tingkat kabupaten, terutama di Pulau Madura.

“Kalau untuk Pamekasan sendiri, perolehan suara dari Prabowo-Sandiaga sesudah kami rekap berdasarkan hasil secara real count berdasarkan formulir C1 yang diperoleh dari relawan yang disebar di tiap TPS khususnya di Pamekasan, pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara terbanyak 80,3 persen,” tuturnya.

Khairul Kalam mengaku amat bersyukur dengan hasil real count dari beberapa TPS di Madura, di mana Prabowo-Sandiaga dinyatakan mengungguli kubu petahana. “aku sendiri dan atas nama DPC Partai Gerindra Pamekasan yang pertama bersyukur atas kemenangan Prabowo-Sandiaga di Madura.”

“Itu seluruh berkat kerja sama team ulama dan para tokoh khususnya di Madura bisa bersatu untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Pulau Madura,” imbuh Khairul Kalam.

 



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *