Soal People Power, KH Ma’ruf Amin: Kapan Kita Bisa Dewasa Berdemokrasi?

by


SURATKABAR.ID – KH Ma’ruf Amin yang yakni calon wakil presiden nomor urut 01 melemparkan kritik bagi beberapa tokoh yang menyerukan rencana gelaran aksi people power. dikenal seruan menggerakkan massa itu diklaim sebagai upaya untuk mengecam adanya dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019.

Menukil laporan CNNIndonesia.com, Senin (13/05/2019), KH Ma’ruf Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu lantas menyampaikan, seharusnya para tokoh nasional lebih mengutamakan keutuhan bangsa dan negara ketimbang menggelar aksi people power itu.

“Ya aku kira kita lebih baik melihat bahwa keutuhan negara semestinya diutamakan,” tukas Ma’ruf dikala ditemui di Hotel Saripan Pacific, Jakarta, minggu (12/05/2019).

Lebih lanjut, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengucapkan, soal keok dan menang dalam pemilu ialah hal lumrah yang terjadi di negara demokrasi.

Ia lantas mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi.

Baca juga: Diduga Sebarkan Hoax dan Makar, Kivlan Zen Sempat Dicegat Polisi dikala Hendak ke Luar Negeri

“keok menang itu kan artinya kita anggap biasa, jangan anggap kita keok kemudian people power. Kapan kita bisa dewasa berdemokrasi?” tandas Ma’ruf.

Ditegaskan oleh Ma’ruf, Republik Indonesia akan menggelar pemilu selama lima tahun sekali. karena itu, Ma’ruf ikut meminta pada seluruh pihak agar tak menodai pesta demokrasi dengan cara-cara inkonstitusional yang bisa merusak keutuhan bangsa.

Tempuh Jalur Hukum

Tak lupa, Ma’ruf juga menyarankan agar pihak-pihak yang menemukan kecurangan dalam Pemilu 2019 untuk menempuh jalur hukum. Ia mengatakan, institusi seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi yakni pihak yang berwenang menyelidiki hal itu ketimbang menggelar aksi people power.

“Ya sesuai aturan, kita ada mekanisme yang kita tempuh, melalui jalur hukum, Bawaslu, MK, jangan diluar aturan konstitusi,” paparnya menjabarkan.

Sebelumnya dikenal, sejumlah tokoh pendukung Prabowo-Sandiaga seperti Amien Rais, dan Eggi Sudjana melontarkan sejumlah pernyataan seputar people power.

Mereka mengingatkan KPU agar adil dan tak curang. Pasalnya, sekiranya penyelenggara pemilu curang karenanya dikhawatirkan akan berhadapan dengan people power.

Polisi sendiri telah menetapkan tersangka pada Eggi Sudjana. Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus makar pengaruh ucapannya dalam sebuah orasi soal people power dan dugaan kecurangan pemilu.

melainkan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga yakni Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu berkilah bahwa people power tak lebih dari sekadar aksi protes ke Bawaslu, beberapa hari lalu.

People power yang aku maksud ini, people power yang saudara-saudara lakukan di Bawaslu,” ujar Eggi, Jumat (10/5) sewaktu mengawal massa berdemonstrasi di gedung Bawaslu.

Di samping itu, ia juga mengungkapkan aksi kali ini juga tak berniat untuk menggulingkan pemerintahan yang ada.

“Insyaallah enggak ada makar,” sebut Eggi.



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *