Studi: Diet Mediterania bisa Menunda Penyakit Alzheimer

by


Studi: Diet Mediterania bisa Menunda Penyakit Alzheimer

Hidayatullah.com–Menerapkan diet Mediterania bisa menunda perkembangan penyakit Alzheimer selama beberapa tahun, kantor berita China Xinhua mengutip temuan penelitian baru-baru ini di Australia.

Menurut pernyataan Edith Cowan University seputar penemuan pada hari Selasa (6 November), individu yang mempraktekkan diet ini secara teratur menunjukkan bahwa fokus asam amino dari akumulasi peptida asam amino (Aβ) di otak lebih lambat.

Pernyataan itu mengatakan pembentukan Aβ dikaitkan dengan perkembangan Alzheimer, sejenis penyakit neuron-degeneratif kronis di balik sebagian besar kasus demensia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa diet Mediterania melibatkan asupan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ikan dan minyak zaitun yang banyak bisa menunda gangguan kognitif.

“Kami menemukan bahwa hanya berlatih diet Mediterania selama tiga tahun akan bisa mengurangi pembentukan Aβ hingga 60 persen,” kata peneliti utama Universitas, Dr. Stephanie Rainey-Smith.

Baca:  Delima Turunkan Risiko Penyakit Alzheimer

“Ini memberitahu kita bahwa praktek diet Mediterania berpotensi menunda perkembangan gejala penyakit Alzheimer selama beberapa tahun.”

Asupan buah ialah yang paling banyak dikaitkan dengan pengurangan pembentukan peptida, menurut temuan yang dipublikasikan dalam Jurnal Medis Translational Psychiatry.

Baca:  5 Langkah untuk Hindari Terkena Alzheimer

“walaupun segala aspek dari diet Mediterania tampaknya penting untuk mengurangi risiko Alzheimer, dalam penelitian kami, asupan buah ialah manfaat maksimal,” kata Dr Rainey-Smith yang mendesak masyarakat untuk mempraktekkan diet penuh Mediterania daripada makan buah-buahan untuk memperoleh manfaat. paling banyak.

Sebagaimana dikenal, diet mediterania ini ialah diet yang kaya akan kandungan sayuran, buah, kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Selain itu, menu diet Mediterania ini juga berisi ayam dan daging, juga ada sedikit daging merah dan lemak tak jenuh yang berasal dari minyak zaitun dan kacang-kacangan.*



Sumber : Hidayatullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *