team Indonesia Belum Punya CdM untuk SEA Games 2019

by



Menpora Imam Nahrawi.

Menpora Imam Nahrawi.

JAKARTA – Belum adanya kepastian terkait Chef de Mission (CdM) untuk Kontingan Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina, membikin sejumlah perwakilan cabang olahraga (cabor) resah. Padahal, para cabor amat membutuhkan sosok CdM untuk menjembatai persiapan mereka jelang arena multievent antarnegera se-Asia Tenggara itu yang hanya menyisahkan kurang dari lima bulan lagi.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pernah mengungkapkan Ketua awam Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Rosan Perkasa Roeslani, sebagai salah satu kandidat CdM untuk SEA Games 2019.

tapi hingga ketika ini, pemerintah belum juga memastikan siapa yang layak untuk memimpin Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019. Padahal, sejumlah cabor telah menggelar Pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak sebulan terakhir.

Untuk itu, sejumlah cabor mendesak Kemenpora segera mengumumkan CdM untuk SEA Games 2019. Salah satunya, diungkapkan manajer team nasional (timnas) angkat besi Indonesia, Sonny Kasiran.

Menurutnya, telah lama ia mengetahui jikalau Rosan akan ditunjuk sebagai CdM. tapi, hal itu tak berpengaruh karena pemerintah belum mengumumkan.

“Sisa empat bulan jelang SEA Games dianggap sebagai momen krusial karena kebutuhan cabor semakin banyak dan mendesak hingga peran CdM amat dibutuhkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Ia menambahkan, peran CdM tak hanya dibutuhkan untuk mendampingi para atlet dan cabor ketika SEA Games berlangsung, yapi juga selama masa persiapan. Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua awam Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Budiman.

Menurutnya, peresmian CdM jangan hingga mepet dengan games time karena sosok itu akan bertanggung jawab soal pengadaan seragam kontingen dan sebagainya. Ia malah meminta Kemenpora tak sekadar mengumumkan. “tak hanya diumumkan saja, tapi juga segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penunjukan. Pasalnya, tanpa SK, seorang CdM tak lantas bisa menjalankan pekerjaan. Utamanya yang menyangkut dengan persiapan kontingen ke SEA Games 2019.
Ada keuntungan lain jikalau CdM diresmikan, jauh-jauh hari. Kalau telah ada (CdM) kan enak karena bisa bantu-bantu cari sponsor. Terkait sosok Pak Rosan, aku belum bisa komentar banyak. Tapi, yang jelas, ia Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia). Kapabilitasnya telah jelas,” katanya.

Wakil Ketua awam Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Harlin E. Rahardjo menuturkan, peresmian CdM bakal banyak mendatangkan manfaat. Menurutnya, CdM bisa membantu masalah yang mungkin dialami oleh cabor seperti yang ada dalam tubuh PRSI, ketika ini.

“Polo air sedang tak bisa berlatih di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK). jikalau ada CdM, ia bisa bantu untuk mengomunikasikan. Tapi, pada dasarnya, PB PRSI tak mau terlalu larut dalam urusan CdM nanti. Kami akan fokus pada (masalah) internal,” Harlin menuturkan. (junius/yp)



Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *