TGB: Pak Jokowi Lawannya ialah Fitnah

by


SURATKABAR.ID – Menurut analisa Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi selaku salah satu Anggota team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, yang menjadi lawan terberat Jokowi di Pilpres 2019 ketika ini justru bukan paslon oposisi. Lawan terberat paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sesungguhnya ialah fitnah dan hoaks yang terus menerpa pasangan calon presiden dan wakil presiden itu.

“Pak Jokowi lawannya ialah fitnah. Benar enggak, Bapak, Ibu-ibu?” kata TGB di Istora Senayan ketika memberikan sambutan di acara Majelis Taklim Bersholawat, Senin (08/04/2019), menukil laporan Kumparan.com, Sabtu (13/04/2019).

TGB mengimbuhkan, pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi sempat memperoleh serangan fitnah yang menyasar pribadinya. Salah satunya seperti fitnah terkait agama yang dianut Jokowi. Selain disebut sebagai non-muslim, Jokowi juga dituding akan melarang penggunaan kerudung jikalau menang di Pilpres 2019 nanti.

“Alhamdulillah, pada masa Pak Jokowi, tahun 2015, polwan muslimah yang mau mengenakan jilbab ketika bertugas diberikan izin,” tutur TGB kemudian.

“Artinya apa, pada masa Pak Jokowi memimpin, alhamdulillah syiar-syiar Islam, syiar-syiar keumatan terus menyebar merata di seluruh penjuru Indonesia,” tambahnya kemudian.

Baca juga: Mahfud MD: Bisa Jadi Indonesia Emas atau Bubar

TGB yang juga yaitu Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode itu juga mau, Jokowi bisa menang di periode keduanya dengan didampingi KH Ma’ruf Amin. Ia juga mau, Islam di Indonesia akan menjadi rahmat bagi alam semesta di periode yang akan datang. Hal ini dikarenakan wapresnya ialah seorang ulama.

“Kalau sekarang, beliau insyaallah akan ditemani oleh guru kita, Bapak Kiai Ma’ruf Amin. Insyaallah kita mau ke depan, Indonesia 2019-2024 akan menjadi contoh negara yang dihuni oleh mayoritas Islam yang menghadirkan Islam rahmatan lil alamin,” tandasnya menutup kalimat dalam sambutan itu.

Alasan Beralih ke Jokowi

Sebagaimana dikenal, Muhammad Zainul Majdi yang kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini dulunya berpihak pada Prabowo Subianto. Mengutip laporan OkeZone.com, ketika itu ia mengungkapkan alasan mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014. Ia mendukung Ketua biasa Gerindra itu karena setuju dengan visi dan misi yang diusung Prabowo-Hatta Rajasa waktu itu.

“aku dahulu 2014 menjadi ketua team Pak Prabowo, aku mendukung beliau karena pertama karena menilai visi misi dari ia pasang. aku tak punya peluang untuk berinteraksi langsung dengan kedua calon, visi misinya seperti itu,” beber TGB di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (10/04/2019).

tapi dalam Pilpres kali ini, TGB memilih beralih mendukung 01 karena melihat kinerja dari Jokowi selama memerintah Indonesia.

“Kedua, ada permintaan dari orang yang aku hormati untuk aku mendukung, kemudian Pak Jokowi memimpin aku penetrasi pertahun dan aku melihat komitmen luar biasa untuk NTB,” sebutnya.

Meski begitu, Politikus Partai Golkar itu mengatakan bahwa keputusannya untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin itu telah lama dibulatkannya, jauh sebelum ia menyampaikan di hadapan publik, tepatnya sejak 2017.

“Dukungan aku jauh, sebelum aku men-declare Juli 2018, dari 2017 aku telah aku sampaikan tapi memang tertutup pada beliau. Jejak digital bisa dicek, sepanjang aku keliling 1,5 tahun dari 2016 pascapilkada Jakarta, yang resonansinya hingga ke daerah,” papar TGB.

“aku berupaya dan Pak Jokowi juga tahu, aku berupaya dan Pak Jokowi juga tahu, berupaya supaya konsisten mainstream wasati atau moderasi Islam konsisten kuat di Indonesia, tak boleh kemudian ia bergeser menjadi mainstream by extreme,” tandasnya.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
jikalau Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *